Perspektif praktis bagi CEO, pemimpin pemasaran, dan tim komersial di sektor pariwisata Vietnam.
Wisatawan Korea memesan berdasarkan bukti, bukan impuls
Ciri penting pasar outbound Korea adalah kedalaman riset sebelum pembayaran. Wisatawan membaca blog panjang, menonton video perjalanan, membandingkan beberapa sumber, dan memeriksa komentar pengunjung sebelumnya. Keinginan mengurangi risiko membuat proses perencanaan mereka sangat rinci.
Bagi bisnis pariwisata Vietnam, implikasinya jelas: tanpa konten berbahasa Korea yang menjawab pertanyaan calon tamu, merek dapat hilang dari proses pengambilan keputusan meskipun kualitas layanannya baik.
AI mempercepat perilaku ini. Laporan yang dikutip dalam naskah menyebut 40% wisatawan global memakai AI untuk merencanakan perjalanan pada 2025 dan 62% bersedia memakainya dalam waktu dekat. Wisatawan Korea mengajukan pertanyaan spesifik tentang kolam renang, sarapan, tipe kabin, pemandangan, dan transportasi.
AI menggabungkan informasi dari situs, blog, ulasan kreator, dan diskusi publik. Merek dengan konten Korea yang spesifik, autentik, dan dapat diverifikasi memiliki peluang lebih besar untuk ditemukan dan disebut. Tanpa konten yang berguna, sebuah merek sulit muncul dalam proses penemuan berbantuan AI.

Dua sumber konten yang nilainya bertumbuh
Tidak semua aset memberi nilai yang sama. Untuk pasar Korea, dua sumber berikut melayani pembaca, mesin pencari, dan penemuan berbasis AI sekaligus.
Sumber 1: Kanal milik merek, terutama Naver Blog
Naver tetap menjadi gerbang penemuan utama di Korea. Ekosistemnya menghargai materi baru, rinci, dan diperbarui secara konsisten, sehingga bisnis pariwisata skala kecil dan menengah dapat membangun visibilitas melalui penerbitan yang disiplin.
Hotel, kapal pesiar, dan destinasi perlu menjelaskan fasilitas, kamar, makanan, layanan, transportasi, serta pertanyaan sebelum pemesanan dalam bahasa Korea. Konten tidak harus berlebihan secara visual; yang dibutuhkan adalah informasi akurat, rinci, dan mudah diverifikasi.
Artikel yang bermanfaat dapat terus ditemukan selama bertahun-tahun. Perpustakaan konten karena itu perlu dikelola sebagai aset yang terakumulasi, bukan biaya satu kampanye.
Sumber 2: Konten dari KOL/KOC Korea
Kreator Korea biasanya membuat ulasan terperinci dengan foto nyata, rencana harian, dan observasi praktis. Video YouTube juga merekam tiap tahap pengalaman. Bukti seperti ini cenderung lebih dipercaya daripada brosur penjualan.
Satu juta pengikut bukan syarat. Kreator dengan 30.000 pengikut dan ulasan mendalam dapat menghasilkan nilai pencarian serta AI yang lebih tahan lama daripada satu foto singkat dari mega-influencer. Karena itu banyak merek memprioritaskan kreator mikro dan menengah.
Prinsip akumulasinya sederhana: ulasan kreator ditambah kanal Naver yang dikelola konsisten membentuk basis informasi yang terus tumbuh. Setiap artikel baru memperluas kehadiran merek di pencarian berbahasa Korea dan informasi yang dapat diambil sistem AI.

Konten harus mengikuti permintaan wisata, bukan sekadar mendeskripsikan destinasi
Menerbitkan dalam bahasa Korea baru langkah pertama. Arah editorial juga harus mencerminkan motivasi wisatawan Korea saat ini, terutama wellness dan perjalanan mandiri dalam kelompok kecil.
Wellness bergeser dari tren menjadi ekspektasi
Bagi generasi MZ, healing trip menawarkan jarak dari tekanan kerja dan kota melalui alam, ketenangan, serta pemulihan emosi. Bagi wisatawan paruh baya dan lanjut usia, wellness lebih terstruktur: spa, pemandian air panas, retreat, makanan sehat, dan masa tinggal lebih panjang.
- Wisatawan muda: pengalaman pemulihan, alam, dan lingkungan tenang.
- Paruh baya dan lanjut usia: bersedia membayar lebih untuk self-care berkualitas dan ritme perjalanan yang nyaman.
Naskah mengutip Daxue Consulting bahwa 49% warga Korea tertarik pada perjalanan terkait kesehatan dan 46% siap membelanjakan lebih banyak untuk wellness. Ha Long Bay memiliki keunggulan alami, tetapi konten Korea masih sering mengulang paket kapal malam, gua, dan kayak. Kisah “24 jam pemulihan di teluk” menawarkan ruang diferensiasi.
Perjalanan mandiri dan kelompok kecil melewati agen tradisional
Sumber dalam naskah menempatkan perjalanan mandiri warga Korea pada 77% pada 2019 dan 83% pada 2025. Kelompok dua hingga empat orang memesan penerbangan, kamar, dan aktivitas secara online; hampir 30% pernah bepergian sendiri.
Audiens ini lebih dipengaruhi YouTube dan kreator perjalanan daripada katalog agen. Data Visa/Vietdata yang dikutip juga menunjukkan kenaikan kuat belanja akomodasi wisatawan Korea di Vietnam pada paruh pertama 2024, selaras dengan pergeseran menuju perjalanan mandiri berkualitas lebih tinggi.
Peluang komersial ada pada wisatawan muda, mandiri, dan kelompok kecil dengan belanja meningkat tetapi ketergantungan rendah pada distribusi tradisional. YouTube, Instagram, dan Naver Blog merupakan tiga titik temu terpenting dengan segmen ini.

Kolaborasi kreator regional untuk bisnis pariwisata Indonesia
Prinsip yang sama relevan bagi operator pariwisata Indonesia. Hotel, resor, destinasi wellness, dan pengalaman berbasis budaya dapat bekerja dengan kreator Korea, Vietnam, atau pasar ASEAN lain untuk mengubah daya tarik lokal menjadi bukti perjalanan yang mudah ditemukan dan dipercaya. Tujuannya bukan sekadar menghasilkan visual yang indah, tetapi menjawab pertanyaan nyata sebelum pemesanan dalam bahasa dan konteks tiap audiens.
Jika pemilihan kreator, rute perjalanan, briefing, hak penggunaan konten, dan pelaporan dikelola dalam satu alur lintas pasar, setiap negara tetap memiliki suara yang tepat tanpa kehilangan arah kampanye regional. Model ini juga membantu tim melihat pasar mana yang layak diuji lebih jauh sebelum menambah investasi.
Cara IMVN membantu membangun konten Korea
Bisnis dapat memilih model sesuai tahap dan investasi tanpa mengelola pencarian kreator, brief, kontrol konten, dan pelaporan sebagai pekerjaan terpisah.
| Layanan | Cocok untuk | Model konten |
|---|---|---|
| Korean Co-Op Trip | Uji pasar pertama | Tiga hingga lima kreator Korea membuat konten Naver, YouTube, dan Instagram dengan biaya bersama antar-merek. |
| KOL Booking & Management | Merek yang membutuhkan kontrol | Seleksi, negosiasi, briefing, pengelolaan timeline, persetujuan, dan pelaporan. |
| Content Strategy & Naver Build | Investasi kanal milik merek | Strategi editorial Korea, operasi Naver, kalender publikasi, dan optimasi penemuan. |
| Kampanye berbasis tren | Merek yang menarget segmen | Rute konten wellness, solo, MZ, atau kelompok kecil dengan kreator relevan. |
Pelajari solusi Expand from Vietnam dan halaman pasar Korea. Lihat pula studi kasus influencer marketing destinasi Korea dan Jepang.
Mulai lebih awal agar nilai konten sempat terakumulasi
Ulasan yang diterbitkan hari ini dapat terus diindeks Naver dan diambil AI selama bertahun-tahun. Menunggu memberi pesaing waktu membangun jejak pencarian dan familiaritas yang lebih kuat di antara wisatawan Korea.
Langkah awal yang realistis adalah Co-Op Trip untuk membuat lapisan konten pertama, mengukur respons, lalu menentukan investasi kanal atau segmen berikutnya. IMVN dapat merancang perjalanan kreator, arah editorial, dan pengukuran untuk pasar Korea. Hubungi tim IMVN.
Sumber yang tercantum dalam naskah asli: Customer Alliance, Expedia Group Traveler Value Index, Phocuswright AI Travel Survey, Alpic AI, Daxue Consulting, Visa/Vietdata, Inquivix, dan Korea Tourism Organization.
Merencanakan campaign creator serupa?
Bagikan market, kategori, dan objektif Anda. IMVN akan memberi rekomendasi praktis untuk langkah berikutnya.
Minta saran campaign →

